Showing posts with label Politik. Show all posts
Showing posts with label Politik. Show all posts

Apr 13, 2010

Sjahril Djohan Pulang

Sjahril tiba dengan penerbangan dari Singapura pada pukul 13.20 WIB, di Bandara Soekarno-Hatta. Dia langsung dibawa petugas kepolisian ke Mabes Polri untuk diperiksa. Kini dia tengah menjalani pemeriksaan kesehatan. Baru kemudian akan diperiksa untuk dimintai keterangan.
"Sedang diperiksa kesehatannya. Kalau sehat dimintai keterangannya," kata anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Roni Lihawa saat dihubungi detikcom, Selasa (13/4/2010).
Keterangan Sjahril Johan, lanjut Roni sangat diperlukan untuk membuktikan adanya makelar kasus di Polri.
"Apa benar dia markus besar? Sjahril Djohan orangnya ada, pengacaranya ada. Tinggal dibuktikan apa benar tuduhannya ada," tutupnya.
READ MORE - Sjahril Djohan Pulang

Apr 12, 2010

Susno Duadji Ditangkap Di Bandara

Sore tadi Komjen Susno Duadji ditangkap Propam Polri ketika hendak terbang ke Singapura. Mantan Kabareskrim itu hendak check-up kesehatannya.
"Mau ke Singapura, mau check-up," kata kerabat Susno, Husni Maderi saat dihubungi detikcom, Senin (12/4/2010).
Susno ditangkap oleh Propam Polri di Bandara Terminal II D, Gate D1. Susno akan langsung dibawa ke Mabes Polri dan langsung ditahan.
Belum diketahui kenapa Susno ditangkap. Hingga kini, Polri belum memberikan keterangan kepada pers.
READ MORE - Susno Duadji Ditangkap Di Bandara

Penangkapan Pak Susno

Komjen Pol Susno Duadji ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta. Mantan Kabareskrim itu dibawa ke Mabes Polri.
"Saya baru dapat informasi, barusan ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta," kata pengacara Susno, Henry Yosodiningrat dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Senin (12/4/2010).
Henry mengatakan, Susno akan dibawa ke Mabes Polri. "Akan ditahan," katanya.
Belum diketahui mengapa Susno ditangkap. Polri belum memberi keterangan soal penangkapan ini.
READ MORE - Penangkapan Pak Susno

Mar 30, 2010

Terkait Buku OC Kaligis, Bibit-Chandra Tidak Khawatir


Terkait terbitnya buku OC Kaligis bertajuk Korupsi Bibit dan Chandra setebal 631halaman, mantan kuasa hukum unsur pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, Bibit Samad Rianto-Chandra M Hamzah, Taufik Basari, mengatakan pihaknya tidak khawatir. "Kami tidak pernah khawatir. Fakta akan menunjukkan kebenaran," ujar Taufik kepada Kompas.com, Selasa (30/3/2010) di Jakarta.
Taufik mengatakan, kasus kriminalisasi unsur pimpinan KPK, Bibit-Chandra, berawal adanya tuduhan bahwa keduanya melakukan pemerasan terhadap Anggoro Widjojo. "Fakta yang kemudian muncul dan tak terbantahkan justru Anggoro, melalui adiknya, Anggodo Widjojo, menyerahkan sejumlah uang kepada Bibit-Chandra melalui Ari Muladi. Namun, tidak ada bukti bahwa uang tersebut mengalir ke Bibit-Chandra," ujar Taufik.
Dikatakan pula oleh Taufik, "Tidak ada masalah dengan penerbitan buku tersebut. Kita semua sudah cukup cerdas untuk membedakan mana fakta dan bukan."
Kendati demikian, Taufik tetap menghargai penerbitan buku tersebut. Dirinya pun tidak akan mempermasalahkan buku yang salah satu isinya berasal dari berita acara pemeriksaan (BAP) tersebut.
Seperti diberitakan, Senin (29/3/2010), OC Kaligis meluncurkan buku berjudul Korupsi Bibit dan Chandra. Dalam peluncuran bukunya, Kaligis mengatakan, buku ini membeberkan sejumlah fakta yuridis yang menunjukkan adanya sejumlah kejanggalan dalam penghentian perkara Bibit dan Chandra.
Buku ini juga memberikan sejumlah lampiran BAP hasil pemeriksaan sejumlah saksi terkait kasus hukum Bibit dan Chandra. OC Kaligis juga menyebutkan adanya sejumlah tindakan pelanggaran kewenangan oknum KPK dalam menangani perkara korupsi.
READ MORE - Terkait Buku OC Kaligis, Bibit-Chandra Tidak Khawatir

Mar 29, 2010

OC Kaligis Meluncurkan Buku 'Korupsi Bibit-Chandra' Karena Marah


OC Kaligis meluncurkan buku bertajuk 'Korupsi Bibit-Chandra'. Pengacara kondang ini mengaku dibuatnya buku tersebut karena perasaan marah. Apa penyebabnya?
"Buku ini saya terbitkan atas dasar rasa gelisah dan marah. Kebenaran dijungkirbalikkan. Anggodo diperas, dan si pemeras Ari Muladi dilindungi KPK," kata OC Kaligis saat berpidato dalam peluncuran bukunya di Hotel Borobudur, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (29/3/2010).
Menurut Kaligis, penghentian kasus pimpinan KPK Chandra Hamzah dan Bibit Samad Rianto telah menciderai proses hukum. Penerbitan Surat Ketetapan penghentian Penuntutan (SKPP) terhadap kasus tersebut dinilai hanya karena desakan publik.
"Suatu pemerintahan, termasuk institusi penegak hukumnya mengabaikan penegakan hukum. Melanggar hukum hanya karena mendengarkan desakan dan tekanan publik," paparnya.
Dalam peluncuran ini hadir juga rekan seprofesi Kaligis seperti M Assegaf dan pengacara lainnya. Budayawan Franz Magnis Suseno juga ikut hadir. Sementara, Mantan Hakim Konstitusi Laica Marzuki ikut berkomentar terhadap buku tersebut.
Secara umum, buku 629 halaman itu berisi tentang ulasan kasus Bibit dan Chandra. Dimulai dengan laporan polisi tentang kasus, lalu testimoni Antasari Azhar, keterangan saksi-saksi hingga pendapat beberapa ahli hukum termasuk OC Kaligis sendiri tentang kasus tersebut.
"Harapan saya kiranya buku ini dibaca, dimaknai dalam perpektif ini," tutupnya.
READ MORE - OC Kaligis Meluncurkan Buku 'Korupsi Bibit-Chandra' Karena Marah

Jan 1, 2010

George Junus Aditjondro Memukul Ramadhan Pohan



Emosi George Junus Aditjondro terpancing dan berbuntut sabetan buku ke muka Ramadhan Pohan. Emosinya tersulut setelah dia terlibat adu mulut dengan Ramadhan. "Sudah tiga kali kau ini berbohong!" sentak George.

Debat sengit itu terjadi dalam posisi Ramadhan berdiri di depan mikrofon. Sedangkan George duduk di sofa bersama 4 orang lainnya.

"Ramadhan mengomel bilang George berhalusinasi kalau uang Rp 150 miliar dari Bank Century mengalir di Ramadhan dan Jurnas," kata Boni Hargens, pengamat politik yang duduk di sofa bersama George, di Doekoen Coffee, Jl Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (30/12/2009).

Boni mencoba menjelaskan bahwa di buku tersebut tidak ditulis demikian, melainkan uang dari Sampoerna. Namun George mulai terpancing emosinya dan menuduh Ramadhan telah tiga kali berbohong.

Ramadhan lalu duduk di sebelah kiri Boni. Sementara itu pembicara utama beralih ke Permadi. Meski demikian Ramadhan tetap mengomel bahwa George hanya berhalusinasi. Tiba-tiba George menyabetkan buku yang dia pegang ke arah Ramadhan.

"Cepat sekali peristiwanya. Saya tidak jelas apakah kena muka Ramadhan atau tidak. Mungkin kena ujung hidungnya, tapi saya tidak yakin," ujar Boni.

Sebelumnya, George yakin sabetannya tidak mengenai wajah Ramadhan. Sedangkan Ramadhan berkoar bahwa dia telah dipukul George. Ramadhan langsung berdiri sambil menunjuk-nunjuk wajahnya, menyatakan dirinya dipukul. Mantan Pemred Jurnal Nasional ini pun segera meninggalkan ruangan diskusi dan melaporkan peristiwa ini ke Polda Metro Jaya.

sumber: detik.com
READ MORE - George Junus Aditjondro Memukul Ramadhan Pohan