Showing posts with label kisah. Show all posts
Showing posts with label kisah. Show all posts

May 19, 2010

Membuat Mainan Dengan Omzet Rp8 Miliar per Tahun



Pemutusan hubungan kerja (PHK) tak selamanya pahit.Lihat saja Siswati.PHK justru menuntunnya menjadi pengusaha sukses di bidang alat permainan edukatif anak usia dini.

TAHUN 2005 menjadi tahun tak terlupakan bagi Siswati. Pada tahun tersebut dia bersama 12 rekannya terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dari PT Mentari Toy, tempatnya bekerja. Perusahaan mainan di daerah Jombang, Jawa Timur itu terpaksa melepas Siswati dan kawan-kawan lantaran gulung tikar. Siswati pun nyaris putus asa. Apalagi sewaktu terkena PHK, usianya bersama 12 rekan sudah tidak muda lagi,rata-rata 40 tahun. ”Di usia 40 tahun,mana ada perusahaan yang mau menerima kami bekerja,” Siswati bercerita.

Di tengah keputusasaan,secercah harap untuk dapat kembali meraih masa depan yang lebih baik terkuak. Ibu empat anak tersebut mendapat tawaran dari seorang pejabat di Jombang bekerja sama membuat mainan edukatif. Bersama 12 rekan-rekannya yang terkena PHK, Siswati pun menjalin kerja sama tersebut. Terlebih pejabat asal Jombang tersebut menawarkan beberapa kemudahan. Sayang,entah mungkin karena belum rezeki,di tengah jalan kerja sama itu terhenti. Siswati kembali menemui persoalan pelik. Buntut kerja sama yang terputus di tengah jalan, dia dan rekan-rekannya harus menanggung sejumlah utang.

”Kesabaran kami benar-benar diuji saat itu,”katanya. Di tengah cobaan tersebut, pertolongan ternyata tetap saja datang.Rekan atasannya sewaktu di PT Mentari Toy menawarinya mendirikan perusahaan permainan edukatif agar utang yang ditanggungnya dapat terbayar. Dengan modal pinjaman, Siswati dan dua temannya mengawali upaya mendirikan perusahaan dengan menjadi distributor mainan dari kayu, plastik, dan besi. “Saat itu kami belum memproduksi, tetapi memesan barang dari Jateng dan Jatim,”katanya. Usaha distributor mainan ditekuninya hingga satu setengah tahun. Selama menjalankan usahanya sebagai distributor, pasar merespons dengan baik.

Barangbarang yang diambil dari wilayah Jatim dan Jateng tersebut selalu habis terjual. Merasa ilmu dalam bisnis mainan telah lengkap diperoleh,Siswati bersama sejumlah temannya yang terkena PHK pada 2007 mendirikan CV Putra Putri dengan modal Rp40 juta. Beberapa kawan mantan pekerja PT Mentari Toy juga diajak ikut serta. Tak butuh waktu lama bagi CV Putra Putri yang memproduksi permainan edukatif untuk berkembang pesat. Pesanan satu demi satu berdatangan, hingga jumlahnya ribuan.Omzet perusahaannya meningkat dari tahun ke tahun. Jika pada awal-awal pendirian omzetnya masih berada di kisaran Rp1-2 miliar per tahun,pada 2009 omzet perusahaannya telah mencapai Rp8 miliar per tahun.

Penambahan omzet yang demikian besar itu menurut Siswati karena dalam tempo waktu tiga bulan terakhir pada 2009, perusahaannya mendapat order dari 18 kabupaten di Indonesia. ”Semua berjalan demikian cepat. Saya sendiri tak mengira kalau perusahaan yang bisa dikatakan industri rumahan bisa seperti sekarang,”kata Siswati. Kini produksi mainan edukatif CV Putra Putri dengan merek dagang Papoe (singkatan dari putra dan poetri) telah merambah 33 provinsi di Indonesia. Dari Sabang di Aceh sampai Merauke di Jayapura.

Pabriknya yang berdiri di atas lahan seluas 1.500 meter persegi di Desa Kembangbunder, Jombang, setiap bulan telah mampu memproduksi hingga 513 jenis mainan edukatif untuk anak di usia emas (golden age),0-4 tahun.CV Putra Putri juga menampung pekerja yang sebagian besar dari warga sekitar, ditambah beberapa pekerja mantan karyawan PT Mentari Toy. Atas prestasi itu, banyak penghargaan yang diterima Siswati.Perusahaannya kerap menjadi contoh pembuatan alat edukatif yang ramah lingkungan, memerhatikan aspek kesehatan, dan tidak membahayakan untuk anak balita.

”Pelatihan-pelatihan yang saya dapatkan membantu saya membuat mainan yang memperhatikan standar keselamatan dan keamanan. Semua bahan yang kami gunakan aman dan tidak mengandung racun,”ungkapnya. Dia juga dipercaya menerima pinjaman bank sebesar Rp125 juta dari BNI.Jumlahnya terus meningkat hingga kini menjadi Rp150 juta. Siswati memilih BNI karena mutu pelayanan dan suku bunganya yang kompetitif. Namun,tak selamanya roda bisnis CV Putra Putri berjalan mulus. Nah, situasi yang paling sulit dihadapi Siswati adalah penjiplakan yang dilakukan perusahaan lain terhadap Papoe, brand produk CV Putra Putri.Penjiplakan hasil karya ini,menurut Siswati, sudah cukup mencemaskan.

”Banyak komplain ke kami bahwa produk bikinan Jombang kurang baik.Padahal, setelah kami selidiki,ternyata produk itu dari daerah lain,”katanya. Ironisnya, tak banyak pilihan bagi Siswati untuk keluar dari masalah ini. Untuk mendaftarkan hasil karyanya, setiap item dikenai biaya registrasi Rp600.000. Bisa dibayangkan, berapadanayangharus dikeluarkan CV Putra Putri untuk mematenkan ratusan jenis mainannya. Ini belum termasuk empat jenis mainan baru yang setiap bulan diciptakan CV Putra Putri.”Kesadaran penghargaan terhadap karya orang lain masih minim,”katanya. Tantangan lain datang dari kemunculan perusahaan-perusahaan sejenis.

Banyak perusahaan baru menawarkan harga jual lebih rendah sehingga merusak harga pasar.Serbuan produk murah dari China meski tidak terlalu berpengaruh signifikan juga menjadi ujian lainnya. Meski tantangan dan cobaan sepertinya tak pernah berhenti mendera,istri seorang dosen di sebuah universitas di Kota Malang tersebut tetap tegar. Salah satu pendorong semangatnya adalah obsesi mulia untuk memberi pekerjaan bagi banyak orang.“Kami berobsesi bisa menampung 1.000 karyawan dari tempat saya bekerja dulu (Mentari Toy),”katanya. Siswati juga ingin wilayah pemasaran usahanya tidak hanya di dalam negeri.Ke depan dia ingin produk Papoe bisa diekspor ke luar negeri.

Dia mengatakan, ada beberapa pihak yang sudah menjajaki untuk mengekspor produknya.” Mudah-mudahan dalam waktu dekat, produk saya juga bisa dijual ke luar negeri,”harapnya. Cita-cita mulia lainnya adalah keinginannya mendirikan anak usaha dari bidang yang digelutinya saat ini. Siswati ingin membuat perusahaan ekspedisi. Perusahaan ekspedisi akan turut membantu memperlancar distribusi barang. Usaha ekspedisi diakuinya juga punya prospek cerah. ”Dengan adanya usaha tersebut, saya harap dapat kembali mengentaskan pengangguran di wilayah sekitar,”katanya. Tak berhenti di sini, cita-cita mulia Siswati masih berderet antara lain mendirikan sekolah untuk anak usia dini dengan standar tinggi.

Dia ingin anak-anak di Jombang, khususnya di sekitar perusahaannya, berdiri menjadi anak cerdas, mampu meraih cita-cita setinggi langit.Begitulah Siswati,perempuan pengusaha asal Jombang, yang senantiasa tak bisa lepas dari tanggung jawabnya sebagai seorang ibu, turut membesarkan dan mendidik anak-anak Indonesia
READ MORE - Membuat Mainan Dengan Omzet Rp8 Miliar per Tahun

Apr 2, 2010

FATIMAH AZ-ZAHRA RA, PUTRI RASULULLAH SAW

FATIMAH AZ-ZAHRA RA, PUTRI RASULULLAH SAW

”Fatimah adalah bagian dariku, siapa yang menyakitinya berarti menyakitiku, siapa yang membuatnya gembira, maka ia telah membahagiakanku.”
Fatimah adalah bagian dariku, siapa yang menyakitinya berarti menyakitiku, siapa yang membuatnya gembira maka ia telah membahagiakanku.” (Al Hadis) Di kalangan suku Quraisy, Fatimah dikenal fasih dan pintar. Ia meriwayatkan hadis dari ayahnya kepada kedua putranya Hasan dan Husein, suaminya Ali bin Abi Thalib, Aisyah, Ummu Salamah, Salma Ummu Rafi’, dan Anas bin Malik.
Kata ‘Fatimah’ berasal dari suku kata ‘Fathama’ yang berarti menyapih atau menghentikan atau menjauhkan. Sebuah riwayat marfu’ menyebutkan, dinamakan ‘Fatimah’ karena Allah Ta’ala menjamin menjauhkan putri bungsu Nabi SAW berikut seluruh keturunannya dari neraka. Riwayat ini diketengahkan oleh al Hafidz ad-Dimasyqi. Sementara riwayat versi an-Nasa-i menyebutkan bahwa Allah Ta’ala akan membebaskan Fatimah beserta orang-orang yang mencintainya dari neraka.
Fatimah juga disebut al-Battul yang berarti memisahkan, karena kenyataannya ia memang terpisah atau berbeda dari wanita-wanita lain sesamanya, baik dari segi keutamaan, agama dan kecantikannya. Ada yang mengatakan, karena ia memisahkan diri dari keduniaan untuk mendekat kepada Allah Ta’ala.
Fatimah Az-Zahra sangat terkenal di dunia Islam, karena hidup paling dekat dan paling lama bersama Nabi Muhammad SAW. Dari dialah keturunan Nabi Muhammad berkembang yang tersebar di hampir semua negeri Islam. Di kalangan penganut syiah, dia dan Ali bin Abi Thalib dianggap sebagai ahlulbait (pewaris kepemimpinan) Nabi Muhammad SAW.
Fatimah dilahirkan di Makkah pada 20 Jumadil Akhir, 18 tahun sebelum Nabi Muhammad hijrah atau di tahun kelima dari kerasulannya. Dia adalah putri bungsu Nabi Muhammad SAW setelah Zainab, Ruqayah dan Ummu Kaltsum. Saudara laki-lakinya yang tertua Qasim dan Abdullah, meninggal dunia pada usia muda.
Setahun setelah hijrah, Fatimah dinikahkan dengan Ali bin bi Thalib. Banyak yang ingin menikahinya kala itu. Maklum saja, selain rupawan, ia adalah perempuan terhormat, anak Rasulullah SAW. Dia pernah hendak dilamar oleh Abu Bakar dan Umar, keduanya sahabat Nabi Muhammad SAW, namun ditolak secara halus oleh Rasulullah SAW.
Sementara itu, Ali tidak berani melamar Fatimah karena kemiskinannya. Namun Nabi Muhammad SAW mendorongnya dengan memberi bantuan sekadarnya untuk persiapan rumah tangga mereka. Maskawinnya sebesar 500 dirham (10 gram emas), sebagian diperolehnya dengan menjual baju besinya. Nabi Muhammad SAW memilih Ali sebagai suami Fatimah karena ia adalah anggota keluarga yang sangat arif dan terpelajar, di samping merupakan orang pertama yang memeluk Islam.
Dari perkawinan Fatimah dan Ali, lahirlah Hasan dan Husein. Keduanya terkenal sebagai tokoh yang meninggal terbunuh di Karbala. Tak lama kemudian lahir berturut-turut: Muhsin serta tiga orang putri, Zaenab, Ummu Kaltsum, dan Ruqoyyah.
Kehidupan rumah tangga Fatimah sangatlah sederhana, bahkan sering juga kekurangan. Beberapa kali ia harus menggadaikan barang-barang keperluan rumah tangga mereka untuk membeli makanan, sampai-sampai kerudung Fatimah pernah digadaikan kepada seorang Yahudi Madinah untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka. Namun demikian, mereka tetap bahagia, lestari sebagai suami istri sampai akhir hayat.
Fatimah adalah putri kesayangan Rasulullah SAW. Suatu waktu Nabi Muhammad SAW pernah mengatakan kepada Ali, ”Fatimah adalah bagian dariku, siapa yang menyakitinya berarti menyakitiku, siapa yang membuatnya gembira, maka ia telah membahagiakanku.” Ini dikatakan oleh Rasulullah SAW sehubungan dengan keinginan seorang tokoh Quraisy untuk menikahkan anak perempuannya kepada Ali. Ali tidak menolak tetapi segera dicegah oleh Rasulullah SAW.
Sikap Nabi Muhammad SAW semakin keras ketika Abu Jahal manawarkan anak perempuannya kepada Ali. Nabi Muhammad SAW mengatakan, ”Ceraikan dulu Fatimah jika Ali berniat untuk menikahkannya.” Ini merupakan bukti kuat akan kecintaan Rasulullah SAW kepada putri bungsunya ini. Memang Nabi Muhammad SAW sangat sayang kepada Fatimah. Sewaktu Nabi Muhammad SAW sakit keras menjelang wafatnya, Fatimah tiada hentinya menagis.
Nabi Muhammad SAW memanggilnya dan berbisik kepadanya, tangisannya semakin bertambah, lalu Rasulullah SAW berbisik lagi dan dia pun tersenyum. Kemudian hal tersebut ditanyakan orang kepada Fatimah, dan dia menjawab bahwa dia menagis karena ayahnya memberitahukan kepadanya bahwa tak lama lagi sang ayah akan meninggal, tapi dia tersenyum karena seperti kata ayahnya, dialah yang pertama akan menjumpainya di akhirat nanti.
Fatimah meninggal tak sampai selang setahun dari ayahnya. Diriwayatkan dari Aisyah RA, ”Fatimah wafat setelah enam bulan ayahnya, Rasulullah SAW, tepatnya pada hari Selasa bulan Ramadlan tahun 11 Hijriyah. Fatimah RA wafat dalam usia 28 tahun. Merasa ajal seudah dekat, dia membersihkan dirinya, memakai pakaian yang terbaik, memakai wewangian dibantu oleh iparnya, Asma bin Abi Thalib. Dia meninggal dengan satu pesan; hanya Ali, suaminya, yang boleh menyentuh tubuhnya.” Fatimah adalah seorang wanita yang agung, seorang ahli hukum Islam. Dia adalah tokoh wanita dalam bidang kemasyarakatan, orangnya sangat sabar dan bersahaja, dan akhlaknya sangat mulia
READ MORE - FATIMAH AZ-ZAHRA RA, PUTRI RASULULLAH SAW

Jan 4, 2010

HIKMAH MENINGGALKAN CAKAP BOHONG

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Luqman Hakim, menceritakan pada suatu hari ada seorang telah datang berjumpa dengan Rasulullah S.A.W. kerana hendak memeluk agama Islam. Sesudah mengucapkan dua kalimah syahadat, lelaki itu lalu berkata :
"Ya Rasulullah. Sebenarnya hamba ini selalu sahaja berbuat dosa dan payah hendak meninggalkannya." Maka Rasulullah menjawab : "Mahukah engkau berjanji bahawa engkau sanggup meninggalkan cakap bohong?"
"Ya, saya berjanji" jawab lelaki itu singkat. Selepas itu, dia pun pulanglah ke rumahnya.

Menurut riwayat, sebelum lelaki itu memeluk agama Islam, dia sangat terkenal sebagai seorang yang jahat. Kegemarannya hanyalah mencuri, berjudi dan meminum minuman keras. Maka setelah dia memeluk agama Islam, dia sedaya upaya untuk meninggalkan segala keburukan itu. Sebab itulah dia meminta nasihat dari Rasulullah S.A.W.
Dalam perjalanan pulang dari menemui Rasulullah S.A.W. lelaki itu berkata di dalam hatinya :
"Berat juga aku hendak meninggalkan apa yang dikehendaki oleh Rasulullah itu."

Maka setiap kali hatinya terdorong untk berbuat jahat, hati kecilnya terus mengejek.
"Berani engkau berbuat jahat. Apakah jawapan kamu nanti apabila ditanya oleh Rasulullah. Sanggupkah engkau berbohong kepadanya" bisik hati kecil. Setiap kali dia berniat hendak berbuat jahat, maka dia teringat segala pesan Rasulullah S.A.W. dan setiap kali pulalah hatinya berkata :
"Kalau aku berbohong kepada Rasulullah bererti aku telah mengkhianati janjiku padanya. Sebaliknya jika aku bercakap benar bererti aku akan menerima hukuman sebagai orang Islam. Oh Tuhan....sesungguhnya di dalam pesanan Rasulullah itu terkandung sebuah hikmah yang sangat berharga."

Setelah dia berjuang dengan hawa nafsunya itu, akhirnya lelaki itu berjaya di dalam perjuangannya menentang kehendak nalurinya. Menurut hadis itu lagi, sejak dari hari itu bermula babak baru dalam hidupnya. Dia telah berhijrah dari kejahatan kepada kemuliaan hidup seperti yang digariskan oleh Rasulullah S.A.W. Hingga ke akhirnya dia telah berubah menjadi mukmin yang soleh dan mulia.
READ MORE - HIKMAH MENINGGALKAN CAKAP BOHONG