Showing posts with label syarat beasiswa belanda. Show all posts
Showing posts with label syarat beasiswa belanda. Show all posts

Dec 31, 2009

Tips Mendapat Beasiswa Ke Belanda (3)

Berburu beasiswa ke Belanda (3/3)
Bagian ke-3, dan bagian terakhir.

Kelima, kumpulkan dokumen pendukung.
Dokumen pendukung disini merujuk legalisir ijasah dan transkrip nilai selain surat rekomendasi (dll) diatas. Foto terkini biasanya juga diminta.

Keenam, daftar sekolah.
Pendaftaran universitas biasanya memakan waktu minimal sebulan. Masa-masa ’sibuk’ universitas adalah menjelang liburan musim dingin (sehabis natal sampai dengan tahun baru) dan saat pendaftaran beasiswa (Januari-April). Maka, menurut saya, waktu terbaik untuk mendaftar adalah September-november (alias awal semester kuliah).

Pertama karena itu masa-masa universitas tidak terlalu banyak aktivitas pendaftaran (lebih cepat responnya), dan kedua, surat pendaftaran otomatis untuk tahun berikutnya. Plus kalau ‘nasib’ anda buruk, alias tidak diterima, masih ada waktu untuk mendaftar di sekolah lainnya.
Soal daftar sekolah ini, saya dulu pernah ‘nangis bombai’ gara-gara ditolak suatu institut di belanda sehingga tidak bisa mendaftar beasiswa di tahun tersebut. Di tahun berikutnya, institut yang sama ternyata menerima saya dengan tangan terbuka. Cuma kali ini, giliran saya yang bilang “nehi-nehi beibeh” hehehehe.
Ketujuh, daftar beasiswa.
Ya pastilah kamu harus daftar beasiswa. Mau sampai nangis nungging, tetep aja gak bakal dapat beasiswa kalau tidak pernah mendaftar kompetisi beasiswa. Jadi, isi semua formulirnya dengan lengkap. Tidak ada pertanyaan yang tidak penting sehingga boleh tidak kamu isi. Formulir yang tidak lengkap, tidak peduli sebaik apapun isianmu, tetap akan didiskualifikasi. Gunakan bahasa inggris yang lugas dan mudah dicerna serta informatif. Kemas dan pasarkan dirimu dengan baik.
Oh ya, soal bahasa inggris. Aduh, tolong jangan ‘pamer’ bahasa inggris dalam kalimat majemuk bertingkat sepuluh :D . Bikin kalimat pendek, singkat, dan jelas. Lagipula, kalimat pendek, umumnya lebih mudah. Kalimat panjang itu tata bahasanya merepotkan.
Kedelapan, (kalau percaya) berdoalah dan lupakan kamu sudah mendaftar.
Tidak ada habis-habisnya aku memberikan saran ini, selalulah berdoa sejak dari awal proses mencari beasiswa. Mau berdoa ke siapapun ya terserah anda hehehehe. Setelah berdoa, lupakanlah bahwa kamu sudah pernah mendaftar. Peranmu saat itu sudah usai, keputusan berada di tangan para juri dan si pendengar doa-mu. Yang bisa kamu lakukan adalah mengambil sikap berserah, menyiapkan diri untuk jawaban ‘terburuk’, dan …. daftar beasiswa yang lainnya hehehehe.
Jangan terlalu berharap. Anggap saja tidak mendaftar. Sehingga saat benar-benar tidak dapat beasiswa, anda tidak depresi ataupun frustasi. Percayalah, sekuat apapun dirimu, kalau kamu benar-benar mengingini sesuatu dan kamu tidak mendapatkannya; itu sakitnya luar biasa. Saya sudah beberapa kali seperti itu, tapi, sialnya tetep aja tidak kebal sakit *hiks*. Bagiku, persiapan mental ini sangat penting terutama kalau kamu akhirnya mendapat panggilan wawancara.
Kesembilan, (kalau kamu lolos seleksi awal) mempersiapkan wawancara.
Kalau kamu sampai pada tahap ini, pertama-tama kuucapkan selamat. Untuk mencapai tahap ini, kamu adalah 20% terbaik dari pengaju beasiswa lainnya. Sainganmu tinggal sedikit lagi, tapi justru sangat berat. Jangan khawatir. Wawancara adalah ajang mencari kecocokan bukan untuk menjatuhkan. Jadi, saranku jadilah dirimu sendiri.
Persiapkan diri menjawab pertanyaan-pertanyaan umum dan spesifik tentang dirimu. Baca lagi formulir yang telah kamu isi, bersiaplah memberikan alasan terhadap isian formulirmu. Simulasikan wawancara tersebut berulang-ulang sampai kamu hapal di luar kepala dan bosan simulasi. Gunakan bahasa inggris yang jelas dan singkat. Tidak perlu terburu-buru. Kita bisa diskusi tentang persiapan wawancara dalam artikel lainnya karena topik tersebut cukup panjang juga (dan banyak saran-saran).
Kesepuluh, (kalau kamu memenangkan beasiswa) persiapkan studi dan keluarga yang ditinggalkan di Indonesia.
Ini tidak pernah mudah. Ada banyak cara. Tapi untuk saat ini, fokuskan diri ke langkah pertama sampai kedelapan. Diskusi tentang langkah kesepuluh bisa dilakukan setelah kamu memenangkan beasiswa.
Btw, selamat, kamu adalah yang terbaik dari pendaftar beasiswa di angkatan tersebut. Kamu sepantasnya bangga akan pencapaianmu. (Dan) pikulah tanggung jawab tersebut dengan sepenuh hati.
Kurang lebih itulah prosesku mencari beasiswa dulunya. Kalau masih ada yang tidak jelas silahkan tanya. Kalau bisa, saya jawab; kalau tidak, ya udah kita cari dukun sama-sama :D .
——-
Sumber: http://jimbonk.blogspot.com/2009/08/berburu-beasiswa-ke-belanda-33.html
READ MORE - Tips Mendapat Beasiswa Ke Belanda (3)

Tips Mendapat Beasiswa Ke Belanda (2)

Berburu beasiswa ke Belanda (2/3)
Tapi jangan dianggap enteng.
StuNed (seperti juga orang-orang belanda) itu sangat strict to the rule. Kalau sudah mensyaratkan 2 tahun kerja, ya memang mesti ada 2 tahun; kurang sebulan aja nggak akan diterima (dasar kumpeni hehehehe).
Juri StuNed ada di NESO Indonesia. Prioritas mereka adalah pegawai negeri (terutama orang-orang Bappenas/Bappeda), pegiat LSM/sosial, dosen (swasta dan negeri), wanita, penduduk di luar pulau jawa, dan guru sekolah. Profesional dari dunia usaha, agak susah mendapatkan beasiswa ini. Oh ya, kecuali anda adalah dosen yang mengajar mata kuliah manajemen bisnis, kelihatannya tidak mungkin mendapatkan beasiswa untuk studi MBA dari stuned.



Ok, sekarang kurang lebih alur pendaftaran ke NFP/StuNed seperti berikut:
Pertama, download dulu formulir pendaftaran NFP/Stuned.
Baca dan pahami. Catat dokumen apa yang perlu kamu cari/lengkapi. Umumnya kamu memerlukan legalisir ijasah dan transkrip (legalisir kampus diterima kok; TAPI harap konfirmasikan dengan mereka ya, saya gak bertanggungjawab kalo ternyata peraturannya sudah berubah).

Kedua, ambil tes bahasa inggris.
Institutional TOEFL saja, soalnya ‘murah’ (Cuma US$ 25 dibandingkan TOEFL paper based/PbT, TOELF IbT, maupun IELTS yang US$ 150), sering (dua kali sebulan), dan relatif ‘mudah’ (cuma ada tiga jenis materi yaitu reading comprehension, listening, dan structure/grammar; tidak ada writing dan speaking). Hasil tes TOEFL maupun IELTS berlaku 2 tahun. Jadi kalau anda berencana untuk mendaftar tahun depan, ikuti tesnya tahun ini; hitung-hitung mencicil kerjaan dan memperbaiki bahasa inggris (bila diperlukan).
Ketiga, cari universitas di belanda.
Syarat utama NFP dan StuNed adalah admission letter dari universitas. Provisonal admission (alias penerimaan bersyarat) dulu juga diterima. Entah sekarang. Admission bisa berlaku 2 tahun. Saranku, daftarlah ke dua atau tiga universitas, terutama kalau waktu pendaftara NFP/Stuned sudah dekat. Jadi ada cadangan kalau universitas pilihan utamamu tidak menerima. Dulu saya terdaftar di ISS, Groningen, dan WuR. Akhirnya saya memilih WuR karena masa studinya paling lama (alias bisa jalan-jalan lebih lama hehehehe). Tidak ada salahnya kamu main ke situs www.studyin.nl untuk mencari universitas yang cucok :) .
Keempat, cari surat rekomendasi.
Surat rekomendasi (biasanya dua sampai tiga orang referees) berguna untuk mendaftar beasiswa dan juga mendaftar universitas. Jadi kalau minta surat rekomendasi, jangan cuma satu kopi. Minta paling sedikit lima eksemplar sekaligus. Semuanya harus ditandatangani asli dan kalau bisa dicetak diatas kertas berkop dan dimasukkan dalam amplop berkop. Surat rekomendasi harus dalam bahasa inggris.
Seringkali pemberi rekomendasi minta anda yang membuat rancangan suratnya (ini umum terjadi di indonesia, tapi jangan sampai ketahuan pemberi beasiswa ataupun pihak universitas belanda lho). Kalau kamu yang membuat rancangan surat rekomendasi, kita diskusikan di lain artikel ya (karena agak rumit strateginya).
Surat rekomendasi ada dua jenis (berkaitan beasiswa), yaitu rekomendasi kemampuan akademik (dari pembimbing skripsi) dan kinerja profesional (dari bosmu). Semakin tinggi jabatan (dan keterkenalan di Indonesia) pemberi rekomendasi, biasanya semakin tinggi peluangmu. Jadi, rekomendasi dari Kwik Kian Gie itu pasti jauh lebih manjur dibandingkan dari saya hahahaha.

sumber: http://jimbonk.blogspot.com/2009/08/berburu-beasiswa-ke-belanda-23.html
READ MORE - Tips Mendapat Beasiswa Ke Belanda (2)