Feb 18, 2010

Membuat Media Belut Dari Kompos (kotoran sapi)

Membuat Media Belut Dari Kompos (kotoran sapi)

Apakah Anda suka atau sedang atau mungkin akan memulai budidaya belut?? Ga punya sawah? (minta lumpur sawah tetangga juga belum tentu diberi, apalagi jumlahnya banyak :) ). Sssst..jangan pesimis dulu. Media dari kompos dapat menjadi alternatif yang bagus jika kita kesulitan mendapatkan lumpur sawah sebagai media budidaya belut kita. Jenis kompos banyak, seperti kompos dedaunan, kompos sayur-sayuran, kompos kotoran hewan (sapi, kuda, ayam, itik dll). Sumbernya pun tidak susah untuk mendapatkannya asal kita mau. Untuk membuat kompos dari sayur-sayuran dalam jumlah besar Anda bisa mendapatkannya dari sampah-sampah pasar (biasanya banyak banget tuh, tapi masalahnya ada mental ga hehe..). Untuk kotoran hewan bisa didapatkan di kandang-kandang peternak di daerah kita. Yach..meskipun sekarang kotoran hewan pun ga gratis karena petani kita mulai sadar pentingnya bahan organik/kompos bagi tanaman, tapi masih banyak juga yang belum memanfaatkannya and biasanya mereka seneng dimintaiin. Hitung2 buat ngebersihin kandang mereka.
Oke, disini akan kita bahas mengenai kompos dari kotoran sapi. Bahan lain yang dibutuhkan untuk membuat membuat kompos dengan kotoran sapi ini adalah dedaunan baik kering atau basah, jerami, gedebog untuk mempercepat proses pengomposan sebaiknya kompos ditambahkan starter mikroorganisme, seperti NOPKOR atau EM4 atau yang lainnya. Jangan lupa siapkan tempat dan tutup, tutup ini dapat berupa karung goni. Tempat ini nantinya digunakan untuk menunpuk bahan yang akan di proses jadi kompos, kalau kita menggunakan kolam dari terpal sebaiknya proses pembuatan kompos ini diproses diluar kolam, karena terpal ini rentan sobek. Kemungkinan karena ketidak segajaan kita saat mengolah kompos terpal tertusuk benda tajam, akhirnya bocor. kalau kolam dari semen proses dapat dilakukan di bak tersebut. sekedar saran saja, untuk jaga-jaga.

Proses Pembuatan Kompos

1. Potong-potong dedaunan, jerami, gedebog atau hijauan yang lain, hilangkan dari ranting-ranting yang keras, potong sekecil mungkin untuk memudahkan proses pembuatan kompos.
2. Encerkan stater mikroorganisme sesuai aturan, atau lebih encer guna mencukupi kebutuhan air saat pembasahan media.
3. Susun kotoran sapi pada lapisan bawah, kemudian semprot dengan cairan stater mikroorganisme yang sudah di encerkan, sampai media kelihatan cukup basah, lapisan berikutnya adalah hijauan yang sudah dipotong-potong, kemudian semprotkan lagi starter mikroorganisme. Ulangi susunan tersebut sampai media habis. Sebaiknya tinggi bahan per lapisan jangan terlalu tinggi kira-kira 10 cm saja, banyak lapisan lebih bagus.
4. Setelah semua bahan selesai disusun dalam gundukan, tutup gundukan bahan dengan karung goni, jangan dengan plastik, karena mikroorganisme memerlukan oksigen untuk mempercepat proses pengkomposan. karena pengalaman media yang ditutup rapat tidak mau jadi kompos.
5. Cek keadaan media jika terlalu kering semprotkan air kedalam media, agar selalu lembab, jika suhu meningkat terlalu tinggi buka penutup karung goni, sebentar kemudian tutup rapat lagi. Lakukan pengecekan sehari sekali, atau minimal 2 hari sekali.
6. Media akan jadi kompos sekitar 2 - 3 minggu, tergantung kondisi bahan. Ciri-ciri kompos yang sudah jadi adalah hijauan akan hancur, dan kotoran sapi yang semula mengumpal akan terurai dan mudah untuk dikorek-korek.
Kompos yang sudah jadi jangan langsung digunakan untuk media belut, sebaiknya di bolak-balik untuk menghilangkan amoniak dan gas hasil fermentasi. Setelah cukup di angin-anginkan media siap dimasukkan ke dalam kolam, rendam kompos dengan air, kira-kira 2 hari kemudian ganti air dalam kolam. Demikian ganti air beberapa kali, sambil media diaduk-aduk, tujuan dari pencucian media kompos ini adalah menghilangkan gas, dan menstabilkan keasaman media. Jika media sudah tampak gembur bibit belut baru siap untuk di tebarkan.
Artikel tersebut dituliskan dari sedikit pengalaman dalam menyiapkan media untuk belut, dan dari beberapa referensi, Semoga membantu para beluter, dan mohon saran dan masukan bila ada yang tidak benar.
sumber : mutiarasani.blogspot.com

Ada Baiknya Dibaca



No comments:

Post a Comment

There was an error in this gadget